The Miracle of KRL

Akhir-akhir ini saya beralih ke moda transportasi murah meriah ala Jakarta untuk berangkat ke tempat kerja which is KRL EKONOMI.
Namanya juga KRL EKONOMI, kata “ekonomi” dalam istilah per-kereta api-an Indonesia tentu lekat dgn keterbatasan baik harga tiketnya da tentu saja fasilitasnya.😀 Desek2-an sih.. tapi malah nyampe kantor lebih cepet ketimbang naek busway.

Pagi ini saya mengalami kejadian unik, yah mungkin gak terlalu unik, tp tetep aja unik bagi saya yang terhitung penumpang KRL level rookie..
Pagi ini seperti biasa saya dan kawan menunggu kedatangan KRL Ekonomi Jurusan Bogor-Jakarta Kota di stasiun Manggarai, ketika 10 menit kemudian KRL yang ditunggu pun tiba. Pengeras suara Stasiun Manggarai pun mengumumkan bahwa KRL Ekonomi Jurusan Bogor-Stasiun Kota akan tiba di jalur 3. Dan begitu KRL tsb berhenti naiklah saya ke dalam gerbongnya.

Beberapa saat kemudian sebuah rangkaian KRL lain juga datang dari arah yang sama dan berhenti di jalur 5. Ketika kemudian pengeras suara mengumumkan “KRL Ekonomi Jurusan Tanah Abang akan berangkat dari jalur 3”. Nah lho? Kereta yang di jalur 3 kan KRL yang saya naiki? Bukannya ini jurusan ke Stasiun Jakarta Kota?
Saya pun nanya ke Bapak2 berkumis tebal di sebelah saya

Saya : Pak ini KRL jurusan ke mana tho?
Bapak2 : *memilin kumis* Jakarta Kota kok dek..
Saya : kok katanya ke Tanah Abang?
Bapak2
: salah sebut tuh, yang ke tanah abang yang itu dek, yg di jalur 5. *mengelus kumis*
Saya : Oh gitu ya? Fiuh
Mbak2 menor : beneran kan ke Stasiun Jakarta Kota
Ibu Nimbrung : bener ah, orang saya naek dari Bogor, masak salah naek sih.
.

Dengan diiringi obrolan antara mbak2 menor dan ibu2 yang tiba2 nimbrung itu, KRL yang saya naiki pun kemudian berangkat…
Dan Voilla….

KRL Ekonomi Jurusan Stasiun Kota berbelok menuju ke arah Tanah Abang…

Gemparlah para penumpang… ada yang tereak2, ada yang mlongo bingung, ada pula yang berteriak histeris, “Mamaaaaa!!!!!!!!!!!” (halah berlebihan…)

Baru kira2 100 meter KRL berjalan (ke arah yang salah), tiba2 KRL berhenti dan… MUNDUR…
Mundur ke posisi semula dengan diiringi teriakan kompak seluruh penumpang KRL dan orang2 yang lagi nunggu di stasiun…

Ternyata yang terjadi adalah pihak stasiun Manggarai keliru mengidentifikasi kan antara KRL yang lagi di jalur 3 (jurusan Jakarta Kota) dengan yang lagi di jalur 5 (jurusan Tanah Abang), sehingga memberangkatkan KRL Jur. Jakarta Kota kea rah Tanah Abang. Sedang masinisnya pun pasrah, ya iyalah.. mana bisa kereta belok sendiri.

Yah mungkin kejadian ini sesuai dengan moto KRL Ekonomi yaitu : “mbayar 1000, kok minta enak”, he he he…
Ya sudahlah, konsumen tingkat ekonomi memang tidak punya pilihan lain kalau mengalami ketidak-nyamanan seperti ini, selain pasrah sambil menyumpah atau bersabar sambil berdoa agar pembenahan yang dilakukan PT. KAI bisa segera menunjukkan hasilnya.

Jangan berhenti berbenah ya PT. KAI… mumpung belum ada operator Kereta Swasta..

3 responses to “The Miracle of KRL

  1. Walah, bisa ketemu di KRL ntar nih.
    Tapi cuman naek KRL Serpong – Kebayoran:mrgreen:

  2. bener, cak.. mbayar sitik kok njaluk okeh…
    huahahaha..

    updet updet!!

  3. hahaha.. ngakak sendiri baca ini. :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s